MRI (Magnetic resonance imaging), Indikasi, Prosedur dan Dampaknya

MRI (Magnetic resonance imaging), Indikasi, Prosedur dan Dampaknya

Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. MRI dapat memberikan informasi struktur tubuh yang tidak dapat ditemukan pada tes lain, seperti X-ray, ultrasound, atau CT scan. MRI adalah salah satu cara dokter memeriksa dan menghasilkan gambar organ, jaringan, dan sistem rangka dengan resolusi tinggi.  Pada tes MRI, tubuh yang akan dipindai ditempatkan pada sebuah mesin dengan magnet yang kuat. Gambar-gambar yang dihasilkan dari MRI berupa foto digital yang dapat disimpan di komputer untuk dipelajari lebih lanjut.

MRI otak adalah pemeriksaan bersifat diagnostik yang paling umum digunakan untuk mendeteksi adanya tumor otak dan mendiagnosa kanker otak. Pemeriksaan ini bekerja dengan menempatkan pasien pada medan magnet dan menggunakan energi gelombang radio untuk mengambil gambar dari otak di dalam kepala. MRI merupaka pemeriksaan bersifat diagnostik yang lebih canggih daripada pemeriksaan normal sinar-X, USG, atau CT (tomografi komputer) karena dapat memberikan informasi luas yang tidak dapat diberikan pemeriksaan pencitraan lainnya.
MRI adalah prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar X atau bahan radioaktif. MRI terbaru adalah  1.5 Tesla merupakan MRI berkekuatan daya magnetik tinggi yang dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam, irisan yang lebih tipis sehingga perbedaan komponen jaringan lunak lebih jelas dan informasi lokasi kelainan lebih tepat.

Pemeriksaan MRI dapat digunakan untuk menilai :

  • Kelainan pada jaringan lunak seperti otak dan sumsum tulang belakang
  • Kepala, leher dan tulang belakang
  • Rongga dada dan rongga perut (hati, ginjal, pankreas, dll)
  • Musculoskeletal (otot dan tulang)

Keunggulan MRI :

  • Pemeriksaan MRI tesla tinggi dapat membantu dokter untuk melakukan diagnosa lebih cepat dan pasti.
  • Pemeriksaan MRI ini dapat memberikan lebih banyak informasi sehingga dokter dapat melakukan intervensi / pengobatan lebih awal secara optimal dan kemungkinan keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi.

Lama Pemeriksaan

  • Waktu pemeriksaan MRI 1.5 Tesla antara 30 menit sampai 45 menit. 
  • Lebih cepat dibandingkan dengan MRI Tesla rendah yang membutuhkan waktu pemeriksaan antara 60 – 90 menit.

Indikasi Pemeriksaan

  • Jantung dan pembuluh darah. MRI yang dilakukan pada jantung atau pembuluh darahbertujuan melihat beberapa hal seperti ukuran dan fungsi pada serambi jantung, ketebalan dan gerakan dinding jantung dan tingkat kerusakan akibat serangan jantung. Selain itu dapat juga mendeteksi masalah struktural pada urat nadi, seperti dinding pembuluh darah yang melemah atau sobek, maupun radang dan penyumbatan pada pembuluh darah.
  • Otak dan saraf tulang belakang. MRI paling sering digunakan untuk menguji pencitraan otak dan saraf tulang belakang. MRI pada otak juga dapat dimanfaatkan untuk pertimbangan langkah operasi otak dengan melakukan identifikasi area bahasa dan kendali gerakan yang penting. Beberapa penyakit pada otak dan saraf tulang belakang yang dapat didiagnosis dengan MRI, antara lain stroke, tumor, aneurisma, multiple sclerosis, cedera saraf tulang belakang, serta gangguan mata dan telinga bagian dalam.
  • Tulang dan sendi. Pada bagian tulang dan sendi, MRI dapat membantu mengevalusi kondisi seperti infeksi tulang, kelainan pada tulang belakang, tumor pada tulang dan jaringan lunak, dan peradangan sendi. Juga dapat mengetahui kondisi abnormal pada sendi yang disebabkan cedera traumatis atau berulang.
  • Payudara. MRI dapat digunakan pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara atau bagi mereka yang memiliki jaringan payudara yang padat. Langkah ini efektif untuk memberikan informasi tambahan dalam mendeteksi keberadaan sel kanker payudara selain menggunakan mamografi.
  • Organ internal lain. MRI juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi tumor atau gangguan lain dari berbagai organ tubuh, termasuk hati, ginjal, limpa, pankreas, rahim, ovarium, prostat dan testis.

Memperhitungkan Risiko

  • MRI tidak menggunakan radiasi X-ray dalam prosesnya. Anda yang menjalani prosedur tersebut juga tidak akan merasa sakit. Hal ini berarti orang yang rentan terhadap risiko radiasi X-ray seperti ibu hamil, bisa menjalani MRI.
  • Hingga kini belum ada bukti terhadap risiko dari medan magnet dan gelombang radio selama penggunaan MRI.
  • Kemungkinan rasa tidak nyaman akan dirasakan bagi Anda yang memiliki rasa takut berada di ruang tertutup (claustrophobia), yang dapat dibicarakan dengan dengan radiografer atau petugas yang bertanggung jawab di ruang radiologi. Kemungkinan Anda akan diberikan obat penenang sebelum dipindai.
  • Yang juga perlu diperhatikan, ada sebagian orang yang tidak boleh melakukan pemindaian MRI karena adanya logam dalam tubuh. Selain karena tidak aman, logam itu kemungkinan akan mengganggu gambar yang dihasilkan MRI. Informasikan pada dokter atau radiografer jika pada tubuh Anda terdapat logam atau alat elektronik, seperti alat pacu jantung atau pacemaker, implan koklea pada telinga, defibrilator jantung yang ditanamkan atau katup jantung buatan (artificial heart valves).
  • Informasikan juga bila pada tubuh Anda terdapat prostesis sendi logam (metallic joint prostheses), klip logam (metal clip) atau peluru, proyektil dan beragam jenis logam lainnya.
  • Konsultasi lanjutan diperlukan bagi Anda yang memiliki gangguan ginjal atau gangguan hati sebelum MRI. Ada proses pemindaian MRI yang memerlukan cairan kontras untuk hasil terbaik, namun sebaiknya dihindari atau dibatasi jika memiliki gangguan ginjal atau hati.

MRI Otak

  • MRI otak adalah pemeriksaan bersifat diagnostik yang paling umum digunakan untuk mendeteksi adanya tumor otak dan mendiagnosa kanker otak. 
  • Pemeriksaan ini bekerja dengan menempatkan pasien pada medan magnet dan menggunakan energi gelombang radio untuk mengambil gambar dari otak di dalam kepala. 
  • MRI merupaka pemeriksaan bersifat diagnostik yang lebih canggih daripada pemeriksaan normal sinar-X, USG, atau CT (tomografi komputer) karena dapat memberikan informasi luas yang tidak dapat diberikan pemeriksaan pencitraan lainnya.

Indikasi MRI Otak

  • Alasan atau gejala yang paling umum yang memaksa dokter untuk melakukan pemindaian MRI adalah sakit kepala yang tak tertahankan. Sakit kepala yang tak mau hilang, berulang, atau kronis yang tidak memiliki penyebab jelas yang diketahui dapat diteliti lebih lanjut dengan menggunakan pemindaian MRI. 
  • Selain itu, pemindaian MRI mungkin juga diperlukan untuk menentukan penyebab dari beberapa gejala lainnya termasuk:

  1. Perubahan kesadaan
  2. Kebingungan
  3. Gerakan yang tidak terkontrol dan tidak normal
  4. Masalah penglihatan atau pendengaran, atau keduanya
  • Kondisi berikut dapat didiagnosis dengan MRI:
  1. Stroke
  2. Aneurisma
  3. Malformasi arteriovenosa (kondisi bawaan yang ditandai dengan pembuluh darah bengkok)
  4. Gumpalan darah
  5. Pendarahan di dalam dan sekitar otak
  6. Cedera kepala
  7. Penyakit Huntington
  8. Penyakit Parkinson
  9. Penyakit Alzheimer
  10. Sklerosis Ganda
  11. Hidrosefalus
  12. Ensefalitis
  13. Meningitis
  14. Masalah kelenjar hipofisis

Pasien dapat meminta pemindaian MRI untuk memberikan hasil yang berisi informasi penting yang dapat menunjukan adanya:

  1. Kerusakan jaringan
  2. Infeksi otak
  3. Peradangan
  4. Tumor
  5. Gejala stroke
  6. Kejang

Dalam membaca hasil MRI otak, hasil yang normal harus menunjukkan struktur kepala normal otak, pembuluh darah, ruang kepala, saraf, sampai ke struktur di sekitarnya. Juga perlu adanya pertumbuhan tak normal atau tumor, pendarahan, pembuluh darah abnormal atau malformasi AV, kantong cairan abnormal, tonjolan dan penyumbatan dalam pembuluh darah, atau tanda-tanda infeksi.

Cara Kerja MRI Otak

  • Pemindaian MRI hanya dapat dilakukan oleh teknolog MRI, namun gambar yang dihasilkan dianalisis dan dijelaskan oleh dokter ahli radiologi atau ahli saraf. Ketika menjalani MRI otak, pasien akan diminta untuk berbaring di dalam mesin pemindai khusus dengan gaya magnet yang kuat. Semua benda logam seperti perhiasan, jam tangan, aksesoris rambut, dan bahkan alat bantu dengar atau gigi palsu harus dilepaskan untuk menghindari gangguan magnetik. Pada beberapa pasien, terdapat kemungkinan magnet mungkin terdapat dalam tubuhnya tanpa disadari. Maka itu, jika pasien bekerja pada tempat dengan banyak logam atau pernah mengalami kecelakaan yang melibatkan logam, sebaiknya dilakukan rontgen untuk melihat apakah pasien memenuhi syarat untuk pemeriksaan.
  • Selama pemeriksaan, pasien akan diberikan baju rumah sakit untuk dipakai, namun terkadang pasien diperbolehkan untuk memakai pakaiannya. Kemudian, pasien akan diminta untuk berbaring di dalam mesin dan berdiam saat tes dilakukan. Jika diperlukan, teknolog dapat menahan pasien menggunakan tali, sementara kepala pasien dibalut dengan kumparan. Setelah siap, meja tempat pasien berbaring dimasukkan ke dalam mesin di mana terletak magnet MRI. Ketika sudah di dalam mesin, pasien dapat mendengar kipas dan merasakan angina ditiupkan. Ketika gambar sedang diambil, beberapa suara geratakan juga mungkin terdengar. Pasien seringnya diberikan headphone atau penutup telinga untuk memperkecil suara, dan pasien juga diperbolehkan untuk meminta obat penenang, jika dibutuhkan, sehingga pasien lebih mudah untuk diam. Namun, pemeriksaan ini tidaklah menyakitkan. Satu-satunya ketidaknyamanan mungkin karena pasien harus berbaring di atas meja yang keras dalam jangka waktu yang cukup panjang atau karena ruang dalam mesin yang terbatas, yang dapat menyebabkan beberapa orang merasa sesak.
  • Mungkin terdapat kasus di mana dokter akan menyuntikkan bahan pewarna kontras ke dalam pembuluh darah sehingga struktur otak akan muncul lebih jelas pada hasil pemindaian. Pewarna ini lebih sering digunakan ketika mencoba untuk mendeteksi masalah yang berkaitan dengan aliran darah, gumpalan darah, atau tumor. Bahan ini akan memberikan rasa sejuk pada pembuluh darah, hangat di kepala, atau kesemutan di mulut jika pasien memiliki peralatan gigi berbasis logam. Jika bahan pewarna akan digunakan, bahan ini diberikan secara intravena melalui vena pada tangan atau lengan yang berlangsung sekitar 2 menit. Di sisi lain, seluruh pemeriksaan berlangsung sekitar 30 hingga 2 jam, tergantung pada kondisi pasien dan kemampuannya untuk berdiam diri. Gambar yang dihasilkan pemindai MRI dapat disimpan pada komputer sehingga dapat diteliti dan dikaji oleh dokter. Gambar atau sudut yang berbeda juga dapat dicetak pada film atau foto untuk membuat analisis lebih mudah. Hasil diberikan setelah pemeriksaan, meskipun salinan cetaknya membutuhkan waktu 1-2 hari.


Risiko dan Komplikasi MRI Otak

  • Tidak ada komplikasi yang diketahui yang berkaitan dengan pemindaian MRI, meskipun magnetnya cenderung sangat kuat. Untuk menghindari risiko, perlu dilakukan pembahasan terperinci dengan dokter Anda, karena kekuatan magnet dapat mempengaruhi:
  • Perangkat medis seperti alat pacu jantung, ICD atau implantable cardioverter-defibrillators, atau bahkan bagian tubuh palsu
  • Potongan logam pada mata di mana retina dapat rusak dengan mudah (Jika sinar-X menunjukan pasien memiliki potongan logam pada mata, pemindaian MRI tidak dapat dilakukan.)
  • Pigmen besi pada tato
  • Koyo/tambalan obat
  • Risiko yang muncul dalam tindakan MRI hanya meningkat ketika bahan pewarna kontras digunakan. Bahan pewarna kontras dapat menyebabkan reaksi alergi, yang juga dapat menyebabkan gadolinium yang dapat menyebabkan fibrosis sistematik nefrogenik, yaitu masalah serius bagi mereka yang memiliki penyakit ginjal, meskipun sebagian besar risikonya ringan dan dapat ditangani dengan obat. Dengan demikian, pemindaian MRI dengan menggunakan bahan pewarna kontras hanya dapat dilakukan, jika aman bagi pasien. 

      Langkah Persiapan

      • Sebelum melakukan pemeriksaan MRI, Anda dapat makan dengan normal dan mengonsumsi obat-obatan seperti biasa, kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Pada sebagian kasus akan diberikan materi kontras, misalnya gadolinium, yang kemungkinan akan disuntikkan melalui pembuluh darah di tangan atau lengan.
      • Materi kontras dapat meningkatkan tampilan gambar untuk detail tertentu. Materi kontras yang digunakan pada MRI umumnya memiliki kemungkinan lebih rendah  menimbulkan reaksi alergi, dibandingkan dengan yang digunakan pada pemeriksaan CT scan.
      • Sebelum Anda diperiksa, maka Anda akan diminta menukar pakaian terusan yang disediakan oleh rumah sakit dan melepas benda-benda di tubuh Anda. Terutama jika Anda memakai perhiasan, seperti cincin, kalung, jam tangan, atau jepit rambut. Sama halnya jika Anda memakai kacamata, alat bantu dengar, gigi palsu, atau BH dengan penyangga logam, radiografer akan meminta untuk dilepaskan.

      Proses Pemindaian dengan MRI

      • Pada bagian tengah mesin MRI yang berbentuk tabung, terdapat tempat tidur yang dapat digerakkan keluar masuk selama pasien diperiksa secara berbaring. Anda dapat dimasukkan kaki atau kepala terlebih dahulu, tergantung bagian tubuh mana yang akan dipindai. MRI akan dioperasikan melalui komputer yang berada di ruangan terpisah demi menghindari medan magnet dari mesin pemindai.
      • Anda dapat berkomunikasi dengan radiografer melalui interkom dan mereka akan memantau Anda melalui sebuah monitor televisi.
      • Selama dilakukan pemeriksaan, alat MRI akan mengeluarkan bunyi yang keras saat menghasilkan arus listrik yang dihasilkan kumparan pemindai. Penyumbat telinga atau mengenakan headphone dengan musik, dapat berguna meredam suara.
      • Hindari bergerak dan upayakan untuk tetap diam selama pemindaian MRI berlangsung, sekitar 15 hingga 90 menit. Durasi tersebut tergantung area tubuh yang diperiksa dan seberapa banyak gambar yang dibutuhkan.
      • Tergantung kebutuhan, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan beberapa hal. Misalnya, menekan ibu jari ke arah jari-jari tangan lain, menggosok kertas amplas, atau menjawab pertanyaan sederhana. Tujuannya membantu mengetahui bagian otak mana yang mengendalikan tindakan tersebut. Setelah selesai menjalani proses pemindaian yang dilakukan tanpa obat penenang, Anda dapat segera kembali beraktivitas.
      • Meski pemindaian MRI tergolong non-invasif dengan risiko yang kecil, sebagian orang sebaiknya mempertimbangkan kembali penggunaannya. Selalu konsultasikan kepada dokter mengenai perlu atau tidaknya Anda menjalani pemeriksaan MRI.
      Iklan

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s