Penanganan Terkini Diare Pada Dewasa

wp-1505538475978.Penanganan Terkini Diare Pada Dewasa

Diare didefinisikan sebagai perubahan frekuensi buang air besar menjadi lebih sering dari normal/lebih dari 3 kali per hari disertai perubahan konsistensi feses menjadi lebih encer. Diare juga dapat diartikan sebagai keluarnya feses lebih dari 200 gram per hari (pada populasi barat), atau kandungan air pada feses lebih dari 200 mL per hari.

Berdasarkan durasinya, diare dibagi menjadi tiga: diare akut (kurang dari 14 hari), diare persisten (berlangsung selama 2 – 4 minggu), dan diare kronis (berlangsung lebih dari 4 minggu). Diare disebut sebagai diare infeksi bila etiologinya adalah karena infeksi bakteri, virus, parasit, jamur, atau toksin dalam makanan.

DIAGNOSIS BANDING

  • Gastroenteritis (non infeksi)
  • Infeksi C. difficile
  • Divertikulitis akut
  • Sepsis
  • Pelvic inflammatory disease (PID)

wp-1505622668364.

Terapi Suportif

  • Rehidrasi cairan dan elektrolit
  • Per oral: larutan garam gula, oralit, Larutan Rehidrasi Oral (LRO)
  • Intravena: ringer laktat, ringer asetat, normal salin, ringer dekstrosa, dsb.
  • Jumlah kebutuhan cairan disesuaikan dengan status hidrasi (menggunakan klasifikasi berdasarkan CDC AS 2008) atau dengan menggunakan skor Daldiyono.

Kebutuhan cairan per hari menggunakan metode ini adalah :

  • Dehidrasi minimal : 103/100 x 30- 40 mL/kgBB/hari
  • Dehidrasi ringan sedang : 109/100 x 30-40 mL/kgBB/hari
  • Dehidrasi berat : 112/100 x 30- 40 mL/kgBB/hari

Terapi Farmakologi

Terapi Etiologi Infeksi

  • Bakteri
  • E.Co/ipatogen (EPEC), toks
  • igenik (ETEC), hemoragik (EHEC); Enterobacter aerogenes; Shigella sp:
  • Kuinolon: siprofloksasin 2 x 500 mg p.o, norfloksasin 2 x 400 mg p.o, levofloksasin 1 x 500 mg p.o selama 3 hari
  • Kotrimoksazol forte 2 x (160 mg + 800 mg) tab p.o selama 5 hari

Salmonella sp:

  • Kloramfenikol 4 x 500 mg p.o, Tiamfenikol 5O mg/kgBB (qid) p.o selama 10-14 hari
  • Kuinolon: siprofloksasin 2 x 500 mg p.o, norfloksasin 2 x 400 mg p.o, levofloksasin 1 x 500 mg p.o selama 3-5 hari
  • Kotrimoksazol forte 2 x (160 mg + 800 mg) tab p.o selama 10- 14 hari

Vibrio cholera:

  • Tetrasiklin 4 x 500 mg p.o selama 3 hari
  • Doksisiklin 4 x 300 mg p.o, dosis tunggal
  • Fluorokuinolon (siprofloksasin 2 x 500 mg p.o, norfloksasin/levofloksasin 1×500 mg p.o)

Clostridium difficile:

  • Metronidazol (PO) 4 x 250-500 mg selama 7- 14 hari
  • Vankomisin (PO) 4 x 125 mg selama 7- 14 hari (Bila resistensi metronidazole)
  • Probiotik
  • Yersinia enterocolytica :
  • Aminoglikosida: streptomisin (IM) 30mg/kgBB/hari p.o bid, selama 10 hari
  • Kotrimoksazol forte 2 x (160 mg + 800 mg) tab p.o
  • Fluorokuinolon (siprofloksasin 2 x 500 mg p.o, norfloksasin 2 x 400 mg p.o, levofloksasin 1 x 500 mg p.o

Shigela dysentrase:

  • Kuinolon
  • Cephalosporine generasi III
  • Aminoglikosida

Campylobacter jejunii:

  • kuinolon: siprofloksasin 2 x 500 mg p.o, norfloksasinjlevofloksasin 1 x 500 mgp.o
  • makrolid: eritromisin 2×500 mg p.o selama 5 hari

Virus:

  • Tidak diberikan antivirus, hanya terapi suportif dan simptomatik

Parasit:

  • Giardia Iamblia: metronidazol4 x 250-500 mg p.o selama 7-14 hari
  • Cryptosporidium: paromomisin (4 g/hari p.o dosis terbagi) plus azitromisin (500 mg p.o dosis tunggal dilanjutkan 1 x 250 mg p.o selama 4 hari)

Entamoeba histolytica:

  • Metronidazol4 x 250-500 mg p.o selama 7- 14 hari
  • Tinidazol 2 g/hari p.o selama 3 hari
  • Paromomisin 4 g/hari p.o, dosis terbagi

Isospora belii:

  • Kotrimoksazol forte 2 x (160 mg + 800 mg) tab p.o, selama 7- 10 hari
  • Jamur (pada pasien dengan HIV/AIDS): Candida sp,Cryptococcus sp,Coccidiomycosis sp.
  • Biasanya diberikan intravena dulu, dilanjutkan oral, tergantung keadaan umum
  • Flukonazol 2 x 50 mg; itrakonazol 2 x 200 mg; vorikonazol 2 x 200 mg; amfoterisin B 1 mg/kgBB/hari; nistatin 4 x 1 mL atau 1 tab

Terapi Simptomatik

  • Adsorbent (kaolin, attapulgite, smectite, karbon aktif, kolestiramin): bekerja dengan cara mengikat dan inaktivasi toksin bakteri atau zat lain yang menyebabkan diare.
  • Probiotik:terdiri dari Lactobacillus dan Bifidobacteria atau Saccharomyces boulardii, bila mengalami peningkatan jumlahnya di saluran cerna akan memiliki efek yang positif karena berkompetisi dengan bakteri patogen untuk nutrisi dan reseptor saluran cerna.
  • Antimotilitas (loperamid hidroklorida, difenoksilat dengan atropin, tinktur opium, tinktur opium camphor, paregoric, kodein): mengurangi frekuensi BAB pada orang dewasa, tetapi tidak mengurangi volume tinja. Tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak dengan diare karena dapat menyebabkan ileus paralitik berat dan memperpanjang durasi infeksi karena menghambat eliminasi organisme penyebab. Pada dosis tinggi dapat menyebabkan toksik megakolon. Antimotilitas yg membuat spasme, tidak boleh diberikan pada wanita hamil (komplikasi abortus).
  • Bismuth subsalisilat: mengurangi volume tinja dan keluhan subyektif. Diberikan setiap 4 jam, dapat mengurangi volume tinja pada diare akut sampai 30%.
  • Obat antidiare: kontraindikasi bila feses berdarah, immunocompromise, atau pada risiko sepsis·

KOMPLIKASI

  • Komplikasi sistemik: hipovolemia, hiponatremia, hipoglikemia, sepsis, kejang dan ensefalopati, sindroma uremik hemolitik (HUS), pneumonia, kurang energi protein. Komplikasi saluran cerna: perforasi, toksik megakolon

PROGNOSIS

  • akut, diare cair, tipikal berlangsung 5-7 hari
  • kebanyakan kasus membaik dalam 2 minggu
  • bila ada komplikasi serius seperti dehidrasi dan syok hipovolemik: prognosis umumnya baik bila rehidrasi berhasil
  • faktor-faktor yang memiliki prognosis yang lebih buruk, diantaranya:
  • diare disertai darah· dehidrasi dan hipovolemia
  • syok hipovolemik, gejala diare berulang
  • malnutrisi·immunodefisiensi, termasuk infeksi HIV
  • usia > 65 tahun· diare karena antibiotika
  • infeksi nosokomial atau wabah diare
  • tanda – tanda peritonitis

Daftar Pustaka

  • Camilleri M, Murray JA. Diarrhea and constipation. In: Longo DL, Kasper DL, Jameson DL, Fauci AS, FauciAS,HauserSLLoscalzoJ, editors. Harrison’s Principals of Internal Medicine 18th ed. New York: McGraw-Hill Medical Publishing Division; 2012. Chapter40, p308-19.
  • Colledge NR, Walker BR, Ralston SH, editors. Presenting problems in infectious diseases. In : Davidson’s Principles and Practice of Medicine 21st ed. Churchill Livingstone-Eisevier;201 0. Page 302-4
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s