Gejala dan Penanganan Demam Chikungunya

1505526923690Gejala dan Penanganan Demam Chikungunya

Demam chikungunya merupakan suatu infeksi akut yang disebabkan oleh alfavirus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk A.aegypti dan A.albopictus. Chikungunya adalah penyakit sejenis demam yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti.

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili, berdasarkan gejala pada penderita yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, ini mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat direpotkan pula dengan kasus chikungunya. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat celsius, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Penyebab chikungunya

  • Aedes aegypti merupakan penyebab chikungunya.
  • Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih “bersaudara” dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus chikungunya. Virus ini masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus.

Chikungunya di Indonesia

  • Penyakit ini pertama kali dicatat di Tanzania, Afrika pada tahun 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) chikungunya dilaporkan pada tahun 1982, demam chikungunya di Indonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda pada tahun 1973, kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta (1983), Muara Enim (1999), Aceh dan Bogor (2001).
  • Sebuah wabah chikungunya ditemukan di Port Klang di Malaysia pada tahun 1999, selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa demam chikungunya terjadi di Muara Enim dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Setahun kemudian, demam chikungunya berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Diperkirakan sepanjang tahun 2001-2003 jumlah kasus chikungunya mencapai 3.918 jiwa dan tanpa kematian yang diakibatkan penyakit ini.

wp-1505622526296.

  • Penyakit ini dapat bersifat akut, subakut, maupun kronis. Fase akut berlangsung 3 – 10 hari, ditandai dengan demam tinggi mendadak (390- 400 C ) dan nyeri sendi berat. Nyeri sendi ini terkadang membuat seseorang menjadi terbaring lemah, namun biasanya sembuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu.
  • Infeksi chikungunya dapat juga disertai gejala lain seperti sakit kepala, nyeri seluruh punggung, mialgia, mual muntah, poliarthritis, bintik merah ( rash ), dan konjungtivitis. Pada fase sub akut dan kronis,dapat memberikan gejala klinis pembengkakan tangan, mata kaki, higroma siku, bengkak dan kaku pada jari-jari tangan.
  • Gejala utama terkena penyakit chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menyebutnya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu.

  • virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti. virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. virus menyerang semua lapisan usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu.

  • Sering dijumpai anak kejang demam. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada chikungunya tidak terdapat perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.

Pemeriksaan Fisik

  • Demam 390- 400 C berlangsung beberapa hari sampai 1 minggu, bersifat kontinu atau intermitten, terkadang dapat disertai bradikardi relatif.
  • Nyeri sendi biasanya simetris dan sering mengenai sendi-sendi kecil pada tangan dan kaki.
  • Pembengkakan sendi sering dikaitkan dengan tenosinovitis
  • Bintik merah biasanya muncul 2 – 3 hari setelah onset demam, dengan karakteristik makulopapular pada batang tubuh dan ekstremitas, namun juga dapat ditemukan pada telapak tangan, telapak kaki, dan wajah.
  • Bintik merah juga dapat bermanifestasi sebagai eritema difus, yang menghilang pada penekanan.
  • Pada bayi, lesi vesikolobulosa sering ditemukan.

Pemeriksaan PenunjangPada pemeriksaan darah dapat ditemukan :

  • Trombositopenia
  • Leukopenia
  • Peningkatan tes fungsi hati
  • Peningkatan LED dan CRP
  • IgM Chikungunya

wp-1505622558827.Kriteria Diagnosis

Kasus Suspek

  • Pasien dengan onset demam akut > 38,5 0C dan artralgia berat atau artritis yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis lain, dan telah tinggal atau berkunjung ke daerah endemis atau epidemis dalam dua minggu terakhir sebelum munculnya gejala.

Kasus Terkonfirmasi

  • Pasien kasus suspek dengan salah satu hasil pemeriksaan spesifik CHIKV :

Isolasi Virus

  • Deteksi virus RNA dengan PT-PCR
  • IgM positif pada satu sampel serum yang diambil pada fase akut atau convalescent
  • Kenaikan titer antibodi spesifik CHIKV sebanyak 4x lipat dari sampel yang diambil dengan selang waktu 2 atau 3 minggu.

DIAGNOSA BANDING

  • Malaria, demam dengue, leptospirosis, demam rematik, demam typoid, infuluenza

wp-1505622668364.

  • Tidak ada terapi spesifik, tatalaksana ditujukan untuk meringankan gejala, termasuk nyeri sendi.
  • Tabel Tatalaksana Demam Chikungunya

PROGNOSIS

  • Sebagian besar pasien sembuh sempurna, namun pada beberapa kasus, nyeri sendi dapat persisten untuk beberapa bulan sampai beberapa tahun.
  • Tingkat mortalitas pada individu > 65 tahun lebih tinggi 50 kali lipat dibandingkan dengan dewasa muda < 45 tahun.

REFERENSI

  • Peters CJ.Infections Caused by Arthropod and Rodent-Borne Viruses.In:Longo Fauci Kasper, Harrison’s Principles of Internal Medicine 17th edition.United States of America.McGraw Hill.2008
  • WHO.Fact sheet.Chikungunya.Diunduh dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs327/en/
  • Staples CJ et al.Preparedness and Response for Chikungunya virus: introduction in the Americas. CDC.2011
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s