Manifestasi Klinis dan Penanganan Terkini Radang Pankreas atau Pankreatitis Akut 

wp-1505624932531.Penanganan Terkini Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut adalah proses peradangan pankreas yang reversibel. Hal ini memiliki karakteristik episode nyeri perut yang diskret(menyebar) dan meningkatnya serum amilase dan lipase.  Pankreatitis adalah inflamasi pankreas yang berlangsung akut (onset tiba-tiba, durasi kurang dari 6 bulan) atau akut berulang (>1 episode pankreatitis akut sampai kronik – durasi lebih dari 6 bulan). Rentang gejala dan penyakit berbeda-beda.

Secara global, insidens pankreatitis akut berkisar antara 5-80 tiap 100.000 populasi. Di Jerman, insidens pankreatitis akut 17,5 kasus tiap 100.000 orang. Di Finlandia, 73,4 kasus tiap 100.000 orang, insidens yang sama juga dilaporkan di Australia. Data insidens penyakit ini di luar Amerika Utara, Eropa, dan Australia masih terbatas. Pankreatitis akut lebih banyak terjadi pada pria. Pada pria, etiologi lebih banyak dihubungkan dengan alkohol, sedangkan pada wanita lebih sering dihubungkan dengan penyakit saluran bilier.2 Berdasarkan ras, risiko keturunan AfrikaAmerika berumur 35-64 tahun adalah 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kelompok lain. Risiko untuk ras Afrika-Amerika selalu lebih tinggi daripada ras Kaukasia pada tiap

PATOFISIOLOGI

  • Patofisiologi pankreatitis akut masih belum jelas; dapat terjadi apabila faktor pemeliharaan hemostasis seluler tidak seimbang. Faktor ekstraseluler (misalnya: respons saraf dan vaskuler) dan intraseluler (misalnya: aktivasi enzim pencernaan intrasel, peningkatan sinyal kalsium, dll) dapat berpengaruh. Diduga, kejadian yang dapat memicu pankreatitis akut adalah kejadian yang mengganggu sel acinar dan mengganggu sekresi granul zymogen, contohnya pada penggunaan alkohol berlebih, batu empedu, dan beberapa jenis obat. Gangguan sel acinar dimulai dari kekacauan di membran sel, dapat mengakibatkan: Bagian granul lisosom dan zymogen bergabung, dan dapat mengaktivasi tripsinogen menjadi tripsin „ Tripsin intraseluler dapat memicu aktivasi seluruh jalur zymogen „ Vesikel sekretorik dikeluarkan dari membran basolateral ke interstitial, fragmen molekulnya bekerja sebagai chemoattractants untuk sel inflamasi.
  • Aktivasi neutrofil dapat mengeksaserbasi masalah dengan dilepaskannya superoxide atau enzim proteolitik (misalnya: cathepsins B, D, dan G; kolagenase, dan elastase). Akhirnya makrofag melepaskan sitokin yang memediasi respons inflamasi lokal (pada kasus berat dapat sistemik).
  • Mediator awal yang diketahui adalah TNF-α, interleukin (IL)-6, dan IL-8.2 Mediator inflamasi tersebut meningkatkan permeabilitas vaskuler pankreas, dapat berlanjut menjadi perdarahan, edema, dan terkadang nekrosis pankreas. Karena disekresi ke sistem sirkulasi, dapat muncul komplikasi sistemik seperti bakteremia, acute respiratory distress syndrome (ARDS), efusi pleura, perdarahan saluran cerna, dan gagal ginjal. Systemic inflammatory response syndrome (SIRS) juga dapat terjadi, dapat berlanjut menjadi syok sistemik.
  • Pada beberapa kasus pankreatitis akut, awalnya terjadi edema parenkim dan nekrosis lemak peripankreas, dikenal sebagai pankreatitis edema akut. Saat nekrosis parenkim terjadi, disertai perdarahan dan disfungsi kelenjar, inflamasi berkembang menjadi pankreatitis hemoragik atau necrotizing pancreatitis.
  • Gejala klinis pada pankreatitis akut adalah onset nyeri perut bagian atas yang akut dan persisten, dan biasanya disertai mual dan muntah. Lokasi tersering adalah regio epigastrium dan periumbilikalis.
  • Nyeri dapat menjalar ke punggung, dada, pinggang dan perut bagian bawah. Pasien biasanya sulit tidur dan membungkuk ke depan (knee-chest- position) untuk meredakan nyeri karena posisi supine dapat memperberat intensitas nyeri.

Pemeriksaan Fisik

  • Demam (biasanya < 38,5 0C), takikardi, gangguan hemodinamik (hipotensi), nyeri perut berat, guarding/defans muscular, distress pernapasan, dan distensi abdomen, bising usus biasanya menurun sampai hilang akibat ileus.
  • Ikterus dapat muncul tanpa adanya batu pankreas sebagai akibat dari kompresi duktus koledokus dari edema pankreas
  • Pada serangan akut, dapat terjadi hipotensi, takipneu, takikardi, dan hipertermi. Pada pemeriksaan kulit dapat terlihat daerah indurasi yang nyeri dan eritema akibat nekrosis lemak subkutaneus
  • Pada pankreatitis dengan nekrosis berat, dapat muncul ekimosis besar yang terkadang muncul di pinggang (tanda grey turner) atau area umbilicus (tanda Cullen) ekimosis ini diakibatkan oleh perdarahan dari pankreas yang terletak di daerah retroperitoneal.
  • Perlu juga dicari: tanda Murphy untuk membedakan dengan kolesistitis akut

Pemeriksaan Penunjang

  • Laboratorium: darah rutin (biasa ditemukan leukositosis), serum amilase, lipase, gula darah, serum kalsium, LDH, fungsi ginjal, fungsi hati, profil lipid, analisis gas darah, elektrolit
  • Radiologis: USG abdomen, foto polos abdomen, CT scan abdomen dengan kontras, MRI abdomen (lebih baik untuk ibu hamil dan pasien yang memiliki alergi terhadap zat kontras)

Diagnosis Banding

  • Perforasi ulkus peptikum, kolesistitis, kolik bilier, obstruksi intestinal akut, oklusi pembuluh darah mesenterika, kolik renal, infark miokard, diseksi aneurisma aorta, kelainan jaringan ikat dengan vaskulitis, pneumonia, diabetes ketoasidosis.


Nonfarmakologis

  • Suportif: pada pankreatitis ringan, oral feeding sebaiknya dimulai dalam 24-72 jam setelah onset. Apabila pasien tidak dapat mentoleransi, dapat dipertimbangkan enteral feeding dengan NGT.
  • Nutrisi parenteral hanya diberikan pada pasien yang tidak dapat mentoleransi enteral feeding atau pemberian infus yang adekuat tidak dapat dicapai dalam 2-4 hari
  • Resusitasi cairan dengan kristaloid (sampai dengan 10 L/hari bila terjadi gangguan hemodinamik pada pankreatitis berat). Koloid seperti packed red cells diberikan apabila Ht < 25% dan albumin serum albumin < 2 mg/dL
  • Bedah: dapat dipertimbangkan nekrosektomi apabila terjadi infeksi pada nekrosis pankreas atau peripankreas.
  • Teknik debridement yang dapat dipertimbangkan adalah open packing atau single necrosectomy with continous lavage. Pada pankreatitis bilier, dapat dipertimbangkan kolesistektomi

Farmakologis

  • Analgesik dan sedative
  • Antibiotik sistemik diberikan apabila ada tanda-tanda infeksi/sepsis sambil menunggu hasil kultur. Apabila hasil kultur negative, maka antibiotik dihentikan
  • Penggunaan Antibiotik pada Pankreatitis Akut „ Antibiotik sebaiknya diberikan hanya untuk infeksi di luar pankreas, seperti kolangitis, infeksi karena penggunaan kateter, bakteremia, infeksi saluran kemih, pneumonia (rekomendasi kuat, high quality of evidence). „
  • Penggunaan antibiotik profilaksis secara rutin pada pankreatitis akut berat tidak direkomendasikan (rekomendasi kuat, moderate quality of evidence). „ Penggunaan antibiotik pada nekrosis steril untuk mencegah timbulnya nekrosis terinfeksi tidak direkomendasikan (rekomendasi kuat, moderate quality of evidence). „
  • Nekrosis terinfeksi harus dipertimbangkan terjadi pada pasien dengan nekrosis pankreas atau ekstra pankreas yang memburuk atau gagal membaik setelah 7-10 hari perawatan di RS. Pada pasien ini sebaiknya dilakukan:
    • (i) CT-guided fine needle aspiration (FNA) awal untuk pewarnaan Gram dan kultur untuk panduan penggunaan antibiotik, atau
    • (ii) Penggunaan empirik antibiotik tanpa CT FNA (rekomendasi kuat, low quality of evidence). „ Pada pasien dengan nekrosis terinfeksi, antibiotik yang diketahui dapat melewati nekrosis pankreas, misalnya carbapenems, quinolones, dan metronidazole, dapat bermanfaat menunda atau kadang

KOMPLIKASI

  • LOKAL; Nekrosis pankreas yang terinfeksi, infeksi pankreas atau peripankreas, ascites, pseudokista pankreas
  • Sistemik: gagal ginjal, gagal napas

REFERENSI

  • Carroll J, Herrick B, Gipson T, et al. Acute Pancreatitis: Diagnosis, Prognosis, and Treatment. Am Fam Physician. 2007 75(10):1513-20.
  • Owyang C. Pancreatitis. In: Goldman, Ausiello. Cecil Medicine. 23rd Edition. Philadelphia. Saunders, Elsevier. 2008

wp-1505624932531.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s