Gangguan Belajar, Jenis dan Gejalanya

imageGangguan Belajar, Jenis dan Gejalanya

Gangguan belajar adalah mencakup semua masalah yang timbul waktu belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. Gangguan belajar meliputi kesulitan belajar, gangguan pemusatan perhatian, gangguan daya ingat, disleksi, diskalkulia dan lain-lain. proses belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam diri anak saja, tetapi juga oleh faktor-faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, adanya gangguan atau hambatan pada ke tiga faktor di atas dapat menimbulkan berbagai jenis kesulitan belajar pada anak.

PENYEBAB KESULITAN BELAJAR

  • GANGGUAN ORGANIK Gangguan dalam sistim saraf pusat/otak anak atau organ pendengaran atau organ penglihatan, misalnya oleh karena adanya infeksi baik langsung maupun tidak langsung pada otak, trauma pada otak, penyakit bawaan, gangguan konduksi listrik ( epilepsi ), gangguan metabolic sistemik, dll. Semua ini dapat yang menyebabkan timbulnya disfungsi otak minimal, yang mungkin bermanifestasi dalam berbagai bentuk gangguan psikiatrik, di antaranya ialah kesulitan belajar. Kesulitan belajar atau learning disabilities, adalah tidak bisa bisa belajar karena gangguan neuropsikologik. Yang terganggu adalah proses belajar, penyebabnya adalah gngguan di system susunan saraf pusat atau otak. Kesulitan belajar dapat timbul dalam pelajaran bahasa (bahasa baca dan bahasa tulis) dan pelajaran berhitung.
    Meskipun penyebabnya karena gangguan otak, namun banyak klinikus lainnya memandang gangguan ini dalam persepsi yang lain. Misalnya para pedagog atau para guru akan melihat aspek dikdatis. Psikolog menghubungkan gangguan ioni karena kemampuan belajar dan intelegensia, tanpa peduli penyebabnya karena gangguan mekanisme kerja otak.
  • GANGGUAN PERILAKU
    Retardasi Mental (Tingkat kecerdasan anak yang berada di bawah rata-rata) , ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas), Gangguan Tingkah Laku,

JENIS KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar bukanlah suatu diagnosis tunggal semata-mata, melainkan terdiri dari berbagai jenis gangguan dengan berbagai macam gejala, penyebab, pengobatan dan perjalanan penyakit. Tidak semua problem belajar merupakan suatu kesulitan belajar. Ada anak yang menunjukkan perkembangan suatu keahlian tertentu lebih lambat daripada anak lain seusianya dan sebaliknya, tetapi masih dalam batas kewajaran. Untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kesulitan belajar tertentu atau tidak digunakan pedoman yang diambil dari Diagnostic & Statistical Manual of Mental Disorders IV ( DSM – IV ).

  • GANGGUAN PERKEMBANGAN BICARA DAN BAHASA Problem wicara & bahasa seringkali merupakan indikator awal adanya kesulitan belajar pada seorang anak. Gangguan berbahasa pada anak usia balita berupa keterlambatan komunikasi baik verbal ( berbicara ) maupun non-verbal. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila anak berusia 2 tahun belum dapat mengatakan kalimat 2 kata yang berarti, maka anak mengalami keterlambatan perkembangan wicara-bahasa.

Anak dengan Gangguan Perkembangan Bicara & Bahasa dapat mengalami kesulitan untuk ;

  • Memproduksi suara huruf/kata tertentu
  • Menggunakan bahasa verbal/tutur dalam berkomunikasi, tetapi pemahaman bahasanya baik. Orang tua sering kali berkata “ anak saya mengerti apa yang saya ucapkan, tetapi belum bias berbicara “.
  • Memahami bahasa verbal yang dikemukakan oleh orang lain, walaupun kemampuan pendengarannya baik. Anak hanya dapat meniru kata-kata tanpa mengerti artinya ( membeo ).

GANGGUAN KEMAMPUAN AKADEMIK ( Academic Skills Disorders )

  • GANGGUAN MEMBACA Membaca merupakan dasar utama untuk memperoleh kemampuan belajar di bidang lainnya. Proses membaca ini merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan ke dua belahan otak. Persentasi dari Gangguan Membaca ini dikatakan sebesar 2- 8 % dari anak usia sekolah.
  • Anak yang mengalami Gangguan Membaca menunjukkan adanya ;
  1. Inakurasi dalam membaca, seperti ;
  2. Membaca lambat, kata demi kata jika dibandingkan dengan anak seusianya, intonasi suara turun naik tidak teratur
  3. Sering terbalik dalam mengenali huruf dan kata, misalnya antara kuda dengan daku, palu dengan lupa, huruf b dengan d, p dengan q, dll
  4. Kacau terhadap kata yang hanya sedikit perbedaannya, misalnya bau dengan buah, batu dengan buta, rusa dengan lusa, dll
  5. Sering mengulangi dan menebak kata-kata atau frasa
  6. Pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti anak tidak mengerti isi cerita/teks yang dibacanya.
  • DISLEKSIA Disleksia adalah gangguan perkembangan berupa kesulitan dalam perolehan bahasa-tertulis atau membaca dan menulis. Penyebabnya adalah gangguan dalam asosiasi daya ingat dan pemrosesan di sentral yang semuanya adalah gangguan fungsi otak. Pada gangguan ini tidak disebabkan karena gangguan fungsi panca indera, kekurangan pengajaran, pengabaian emosional atau kekurangan motivasi. Yang sering terjafdi adalah GANGGUAN MENULIS EKPRESIF. Kondis ini ditandai oleh ketidakmampuan anak untuk membuat suatu komposisi tulisan dalam bentuk teks, dan keadaan ini tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak seusianya. Gejala utamanya ialah adanya kesalahan dalam mengeja kata-kata, kesalahan tata bahasa, kesalahan tanda baca, paragraf dan tulisan tangan yang sangat buruk. Selain itu, mereka juga mengalami kemiskinan tema dalam karangannya.
  • GANGGUAN BERHITUNG (DISKALKULIA) Diskalkulia adalah gangguan belajar yang mengakibatkan gangguan dalam berhitung.. Kelainan berhitung ini meliputi kemampuan menghitung sangat rendah, tidak mempunyai pengertia bilangan, bermasalahan dalam bahasa berhitung, tidak bisa mengerjakan simbol-simbol hitungan, dan ganguan berhitungh lainnya. Bisa karena kelainan genetik atau karena gangguan mekanisme kerja di otak. Gangguan Berhitung merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan aritmetika atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi akademikanya atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak.
  • Gejala yang ditampilkan di antaranya ialah;
  1. Kesulitan dalam mempelajari nama-nama angka
  2. Kesulitan dalam mengikuti alur suatu hitungan
  3. Kesulitan dengan pengertian konsep kombinasi dan separasi
  4. Inakurasi dalam komputasi
  5. Selalu membuat kesalahan hitungan yang sama, Dll
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s